FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BERAT-KURANG (UNDERWEIGHT) PADA BALITA DI PERKOTAAN DAN PERDESAAN INDONESIA BERDASARKAN DATA RISKESDAS TAHUN 2013
Underweight masih merupakan masalah kesehatan yang besar pada balita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan underweight pada balita di perkotaan dan perdesaan Indonesia. Data yang digunakan ialah data sekunder hasil Riskesdas tahun 2013, dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 78.535 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square (p=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita underweight lebih tinggi pada balita usia 0-23 bulan baik di kota (41,9%) maupun desa (46,7%), lebih tinggi pada balita perempuan baik di kota (18,9%) maupun desa (23,1%), balita underweight lebih tinggi pada ibu usia berisiko untuk mempunyai balita underweight di kota (18,2%) maupun desa (21,8%), balita underweight lebih tinggi pada ibu yang berpendidikan rendah baik di kota (17,3%) maupun desa (21,6%), lebih tinggi pada ibu yang tidak bekerja baik di kota (18,6%) maupun desa (23,3%), balita underweight lebih tinggi pada keluarga yang berpendapatan miskin baik di kota (18,6%) maupun desa (22,3%). Balita underweight lebih tinggi pada balita yang pernah mengalami ISPA di kota (17,5%) maupun desa (22,5%), pernah mengalami diare di kota (15,9%) maupun desa (18,6%), dan pernah mengalami TB paru di kota (17,8%) maupun desa (22,1%). Balita underweight lebih tinggi pada ibu yang mendapatkan kunjungan neonatal tidak lengkap baik di kota (18%) maupun desa (22,5%), penimbangan balita yang tidak teratur di kota (21,1%) maupun desa (24,4%), ibu atau balita yang tidak mempunyai KMS baik di kota (22,5%) maupun desa (25,9%), balita yang tidak melakukan imunisasi lengkap baik di kota (21,6%) maupun desa (25,8%), serta lebih tinggi balita underweight yang sudah tidak diberikan ASI baik di kota (59,9%) maupun desa (62,3%), balita underweight lebih tinggi yang diberikan MP-ASI usia < 6 bulan baik di kota (39,2%) maupun desa (43%). Faktor-faktor yang berhubungan dengan underweight pada balita di perkotaan dan perdesaan Indonesia berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 adalah jenis kelamin balita, usia ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, kunjungan neonatal, pemantauan penimbangan balita, kepemilikkan KMS, status imunisasi, penyakit ISPA balita, penyakit diare balita, penyakit TB Paru balita, pemberian ASI, dan usia pertama pemberian MP-ASI.
Kata Kunci: Status gizi Balita,Underweight balit