Faktor yang dapat mempengaruhi produksi serumen diantaranya yaitu tingkat pengetahuan, perilaku membersihkan telinga, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, dan status stres. Prevalensi gangguan pendengaran tertinggi berada pada kelompok usia anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan impaksi serumen (studi kasus pada siswa SMP Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo). Penelitian ini adalah penelitianobservasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah siswa SMP di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo, yang berjumlah 110 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi impaksi serumen adalah34,5%. Ada hubungan antara pengetahuan (p= 0,010, PR= 0,306), dan perilaku membersihkan telinga (p= 0,010, PR= 0,318) dengan impaksi serumen. Tidak ada hubungan antara IMT (p= 1,000), aktivitas fisik (p= 0,690), dan status stres (p= 0,420) dengan impaksi serumen. Perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan telinga secara rutin dan peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan telinga. Diperlukan peran orang tua untuk mengajakanak-anaknya secara berkala melakukan pemeriksaan kesehatan telinga untuk mengetahui adanya serumen dan pengangkatannya sehingga tidak menimbulkan gangguan pendengaran dan konsekuensinya dikemudian hari
Kata Kunci: Impaksi, Serumen, Gangguan Pendengara