research

Redesain Gereja Bethel Tabernakel Kristus Alfa Omega Ngesrep Semarang

Abstract

Arsitektur Gereja adalah seni bangunan gereja. Arsitektur berasal dari bahasa Yunani: αρχή (arke) yang berarti permulaan dan τεχνή (tekne) yang berarti seni pertukangan.Secara harafiah, arsitektur adalah seni pertukangan yang mula atau dasar.Arsitektur dianggap holistik, yaitu menyangkut hal-hal yang sakral dan profan.Jadi, arsitektur gereja adalah seni pertukangan dari bangunan gedung gereja, sehingga pertimbangan pertama ditinjau dari tujuan dibangunnya gedung itu, yaitu untuk ibadah.Karena gereja adalah perwujudan sejarah dari hidup Kristus, maka nilai-nilai di dalamnya juga harus memiliki kesatuan dengan hati Yesus.Pentingnya sebuah rancangan yang matang agar gereja benar-benar memperhitungkan aspek-aspeknya; teologis, filosofis dan fisiknya. Pada umumnya gereja juga dibangun berdasarkan konsep filosofi yang kemudian diterapkan dalam Gereja.Masing-masing gereja memiliki konsep filosofi yang berbeda-beda. Demikian halnya dengan Gereja Bethel Tabernakel Kristus Alfa Omega (GBT KAO) Ngesrep Semarang merupakan salah satu Gereja Kristen Protestan yang diresmikan pada tanggal 6 september 1990, memiliki pengajaran dasar tentang Tabernakel sehingga dalam bangunan diterapkanlah konsep filosofi Tabernakel. Selain Konsep filosofi Tabernakel, Gereja Bethel Tabernakel Kristus Alfa Omega Ngesrep khususnya yang berada di Kecamatan Tembalang semakin tahun semakin dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari beberapa Universitas yang ada di Tembalang sehingga tidak terwadahi oleh bangunan Gereja tersebut. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Tabernakel serta studi banding beberapa Gereja Bethel Tabernakel yang ada di Jawa Tengah. Dilakukan juga tinjauan lokasi di daerah Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik,Semarang , tentang peraturan pembangunan daerah setempat yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Tabernakel. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak berdasarkan data eksisting yang ada yang diperoleh GBT KAO Ngesrep

    Similar works