Pola hidup yang tidak sehat merupakan salah satu penyebab seseorang tidak memiliki tubuh
ideal karena kurangnya perhatian terhadap kondisi tubuh. Seseorang yang mengalami
kekurangan gizi maupun kelebihan gizi memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk
terkena penyakit, seperti keropos tulang, tekanan darah rendah atau tinggi, diabetes melitus,
dan bahkan jantung koroner. Karena konsumsi makanan sehari-hari dapat mempengaruhi
status gizi seseorang, penentuan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) bagi orang
dewasa hanya menggunakan faktor berat badan dan tinggi badan. Untuk memantau kondisi
tubuh apakah termasuk dalam kategori status gizi yang normal, kekurangan, atau kelebihan
gizi, digunakan suatu sistem pakar dengan sistem inferensi fuzzy yaitu model Mamdani.
Penerapan model fuzzy Mamdani dalam sistem pakar dapat membantu menentukan status gizi
berdasarkan kategori yang ditetapkan. Proses pembelajaran dilakukan dengan metode
subtractive clustering. Metode subtractive clustering merupakan metode pengelompokan data
yang menjadi suatu alternatif dalam pembentukan himpunan fuzzy dan fungsi keanggotaan bagi
variabel berat badan tinggi badan, dan nilai gizi. Proses clustering menggunakan 78 data latih
mampu menghasilkan tiga pusat cluster untuk masing-masing variabel data. Jumlah cluster
yang dihasilkan akan membantu dalam pembentukan himpunan fuzzy pada setiap variabel data.
Dalam hal ini, pengetahuan pakar digunakan dalam penyusunan aturan fuzzy. Kemudian
dilanjutkan proses inferensi dan defuzzifikasi untuk mendapatkan keluaran berupa nilai gizi
dan status gizi. Sistem pakar penentuan status gizi ini memiliki tingkat akurasi sebesar 92.09%
yang diperoleh menggunakan perhitungan MAPE