Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik usaha perikanan tangkap trammel net
dan untuk menganalisis kelayakan usaha sisi finansial dari usaha perikanan tangkap trammel net
di Kabupaten Rembang. Variabel kelayakan usaha finansial yang diteliti dalam penelitian ini
adalah NPV (net present value), IRR (internal rate of return), dan payback periods. Penelitian
ini menggunakan kombinasi data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
usaha perikanan tangkap trammel net di Kabupaten Rembang merupakan usaha berskala mikro,
dengan nilai investasi perahu rata-rata sebesar Rp 22,3 juta, nilai investasi alat tangkap rata-rata
sebesar Rp 5,05 juta, dan nilai investasi mesin rata-rata sebesar Rp 4,92 juta, sedangkan biaya
perawatan aset rata-rata sebesar Rp. 4,10 juta/tahun, biaya BBM rata-rata sebesar Rp. 12,96
juta/tahun, biaya es rata-rata sebesar Rp. 0,99 juta/tahun, biaya perbekalan rata-rata sebesar Rp.
6,40 juta/tahun dan raman kotor rata-rata sebesar Rp. 42,31 juta/tahun. Selain itu, juga dapat
diambil kesimpulan bahwa usaha perikanan tangkap trammel net di Kabupaten Rembang bersifat
feasible karena NPV bernilai positif (Rp 44,3 juta) dalam 10 tahun periode operasi penangkapan
ikan, IRR (52%) lebih besar dari suku bunga yang ditetapkan dan payback periods (2,77 tahun)
lebih cepat dari target waktu yang ditetapkan. This research aims to identified a characteristic of fishing business using trammel net and to
analysed a financial feasibilty study to fishing business using trammel net in Regency of
Rembang. Variable of research were NPV, IRR and payback periods. This research also used a
primary and secondary data. This research proved if fishing business used trammel net in
Rembang Regency could classify in micro-business, with investment cost average are Rp 22.3
million to boat, Rp 5.05 million to trammel net, and Rp 4.92 million to machine. Fishing business
used trammel net in Rembang Regency also need Rp. 4.10 million/year to average of
maintenance cost, Rp. 12.96 million/year to average of energy cost, Rp. 0.99 million/year to
average of ice procurement cost, and Rp. 6.40 million/year to average of accomodation cost. The
average of gross income in fishing business using trammel net was Rp. 42.31 million/year. This
research proved if fishing business used trammel net was feasible, value of NPV was positive (Rp
44.3 million) in 10 years business operation, IRR (52%) greater than the target and payback
periods (2.77 years) faster than the target