Kelurahan Bandarharjo, Semarang merupakan salah satu daerah di Semarang yang sering terpapar banjir rob dan memiliki tingkat keparahan yang tinggi. Dampak negatif banjir rob yang dialami oleh penduduk Kelurahan Bandarharjo akan memberikan efek pada kerentanan masyarakat. Terdapat tiga komponen kerentanan yaitu keterpaparan, sensitivitas dan kapasitas adapatif. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat kerentanan penduduk Kelurahan Bandarharjo akibat banjir rob dengan status kesehatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 92 warga RW 01 Kelurahan Bandarharjo. Didapatkan hasil indeks keterpaparan, indeks sensitivitas, indeks kapasitas adaptif dan indeks keterpaparan rata – rata warga RW 01 Kelurahan Bandarharjo terhadap banjir rob masuk kategori sedang. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang tidak bermakna antara indeks keterpaparan (p = 0,389) dan indeks kapasitas adaptif (p = 0,071) dengan status kesehatan. Adanya hubungan yang bermakna antara indeks sensitivitas (p = 0,007) dan indeks kerentanan (p = 0,001) dengan status kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kerentanan masyarakat akibat banjir rob berpengaruh terhadap kondisi status kesehatan mereka
Kata Kunci: banjir rob, kerentanan, masyarakat pantai, perubahan lingkungan, status kesehata