Department of Chemical Engineering, Diponegoro University
Abstract
Pengering rak berbahan bakar LPG dan dilengkapi dengan sistem dehumudifikasi udara pengering
menggunakan silika gel telah berhasil dirancang. Pengering ini diujicobakan untuk mengeringkan irisan Jahe.
Jahe merupakan salah satu produk biofarmaka andalan ekspor. Standar mutu SNI simplisia jahe mengharuskan
antara lain kadar air maksimum 10% dan minyak atsiri minimum 1,5%. Penelitian dilakukan dengan mengkaji
pengaruh perbedaan suhu (40; 50; 60 0C), ketebalan irisan jahe (3; 5; 7 mm), dan perbedaan massa desiccant
(200; 400; 600 g) terhadap kurva pengeringan jahe serta kualitas produk simplisia jahe. Hasil eksperimen
menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu, semakin banyak massa desiccant, dan semakin tipis irisan jahe maka
semakin cepat laju pengeringan. Dalam waktu 240 menit, produk bisa kering dengan kadar air sisa di jahe di
bawah 10%, sedangkan kadar minyak atsiri bisa mencapai 3%