PENINGKATAN KADAR ZINGIBEREN DALAM MINYAK JAHE
DENGAN ADSORBSI MENGGUNAKAN BENTONIT
The Enchanchment of Zingiberen in Ginger Oil with Adsorbtion Methods Using
Bentonite
Bahan baku yang digunakan pada praktikum untuk mengetahui pengaruh
kecepatan pengadukan Hot Plate Magnetic Stirrer dengan bentonit pada proses
adsorbsi adalah menggunakan minyak jahe. Berdasarkan uji analisa minyak jahe
dengan menggunakan alat GC (gas chromatography) yang telah dilakukan
diketahui bahwa semakin tinggi suhu dan banyak jumlah pelarut maka kadar
camphene yang teradsorb semakin banyak, sehingga menyebabkan
meningkatnya kadar zingiberene dalam minyak jahe. Suhu dan jumlah pelarut
Berbanding lurus dengan penurunan camphene dalam minyak jahe sehingga
kadar zingiberen dalam minyak jahe juga meningkat. Faktor-faktor yang
mempengaruhi proses adsorbsi minyak jahe dengan bentonit menggunakan alat
gas chromatography adalah suhu pemanasan, waktu pengadukan, konsentrasi
bentonit, serta kecepatan pengadukan.
Pada percobaan dilakukan uji analisa larutan minyak jahe murni tanpa
bentonit diperoleh kadar zingiberen sebesar 9,50%. Sedangkan kadar zingiberen
minyak jahe dengan perbandingan jumlah pelarut 1:4 pada suhu 50oC dan 60oC
dengan bentonit diperoleh 11,60%;11,95%. Kadar zingiberen dalam minyak jahe
dengan perbandingan jumlah pelarut 1:2 pada suhu 50oC dan 60oC bentonit
diperoleh 11,56% dan 11,86%.
Perbedaan variabel operasi berupa suhu pemanasan dan jumlah pelarut
yang digunakan sangat berpengaruh pada hasil praktikum ,berfungsi untuk
mengetahui kondisi operasi yang optimum dalam proses pengikatan camphene,
dilihat dari kadar zingiberen dari masing-masing sampel