ANALISA KELULUSHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN
IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus Burchell, 1822)
DENGAN PERENDAMAN REKOMBINAN GROWTH
HORMONE (rGH) DAN VAKSIN
Peningkatan produksi ikan lele secara intensif seringkali mengalami resiko timbulnya penyakit.
Pertumbuhan yang lambat menyebabkan lamanya waktu pemeliharaan dan biaya yang dikeluarkan
akan semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian rGH dan
vaksin melalui metode perendaman terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan lele
sangkuriang. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan 3 ulangan. Hasil dari kelulushidupan (SR)
mempunyai rentang nilai antara 74,67±13,3-87,67±2,51. Hasil dari pertumbuhan spesifik bobot
(SGR) mempunyai rentang nilai antara 6,61±0,26-7,53±0,22. Hasil dari rasio konversi pakan
(FCR) mempunyai rentang nilai antara 0,69±0,05-0,94±0,07. Hasil dari kelulushidupan setelah uji
tantang injeksi bakteri A. Hydrophila dengan dosis 10
4
CFU/mL mempunyai rentang nilai antara
53,33±15,28-83,33±5,77. Perendaman rGH dan vaksin tidak memberikan pengaruh yang nyata
(P<0,05) terhadap SR ikan lele sangkuriang akan tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap
kelulushidupan ikan lele sangkuriang setelah di uji tantang. Sementara perendaman rGH dan
vaksin memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap nilai SGR dan FCR ikan lele
sangkuriang.
Kata kunci: rGH, vaksin, aeromonas hydrophila, lele sangkurian