PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK MENIRAN (Phyllantus niruri L.) DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HEPAR : Studi pada Mencit Balb/c dengan Induksi Methanyl Yellow
Latar Belakang: Methanyl yellow merupakan bahan pewarna sintetik. Pewarna ini sering disalahgunakan untuk mewarnai berbagai jenis pangan. Hal ini berpengaruh pada hepar sebagai organ metabolik dan detoksifikasi. Filantin merupakan salah satu komponen utama meaniran yang berifat hepatoprotektif terhadap zat toksik (antihepatotoksik) seperti bahan kima.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun meniran (Phyllantus niruri L) dosis bertingkat terhadap gambaran histopatologis hepar mencit balb/c dengan induksi methanyl yellow.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true eksperimental laboratorik dengan Post Test Only Control Group Design. Sampel sebanyak 25 ekor mencit balb/c yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, diadaptasi
selama 7 hari. Kelompok kontrol hanya diberi pakan dan minum standar, kelompok P1 diberi 63 mg/hari methanyl yellow, kelompok P2 diberi 63 mg/hari methanyl yellow dan ekstrak meniran 1,4 mg/hari, kelompok P3 diberi 63 mg/hari methanyl yellow dan ekstrak meniran 2,8 mg/hari, dan kelompok P4 diberi 63 mg/hari methanyl yellow dan ekstrak Meniran 5,6 mg/hari. Setelah 30 hari, dilakukan pemeriksaan histopatologi hepar berupa degenerasi dan inflamasi
berdasarkan skor knodel yang dimodifikasi.
Hasil: Rerata degenerasi sel hepar tertinggi pada kelompok P1, sedangkan inflamasi terdapat pada kelompok P4. Pada degenerasi terdapat perbedaan bermakna (p0,05).
Simpulan: Terdapat perbedaan gambaran histopatologis hepar mencit balb/c pada pemberian methanyl yellow dan ekstrak meniran peroral dosis bertingkat selama 30 hari.
Kata Kunci: Methanyl yellow, hati, hepar, inflamasi, degenerasi, menira