research article

AMBLIOPIA ANISOMETROPIK PADA PEREMPUAN DEWASA : LAPORAN KASUS

Abstract

Anisometropia merupakan kondisi di mana terdapat perbedaan refraksi yang signifikan antara kedua mata, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan bayangan visual pada retina dan gangguan fusi binokular. Bila tidak dikoreksi sejak usia dini, kondisi ini dapat menyebabkan ambliopia anisometropik, yaitu penurunan ketajaman penglihatan yang tidak dapat diperbaiki sepenuhnya dengan koreksi optik standar akibat gangguan perkembangan jalur visual sentral. Disajikan sebuah laporan kasus pasien perempuan berusia 48 tahun yang datang dengan keluhan mata kiri kabur sejak 15 tahun sebelumnya, disertai nyeri kepala dan rasa kering pada kedua mata. Pemeriksaan autorefraktometer menunjukkan OD memiliki visus 6/7 dengan koreksi terbaik menggunakan refraksi S-3,75 C-1,00x130°, sedangkan OS memiliki visus 6/15 dengan koreksi S-14,00 namun keluhan pusing muncul. Setelah dilakukan penyesuaian, didapatkan visus akhir OS adalah 2/60 dengan koreksi terbaik refraksi S-6,00. Perbedaan ketajaman penglihatan serta rentang refraksi yang mencolok antara kedua mata ini disimpulkan sebagai ambliopia anisometropik. Riwayat koreksi refraksi yang tidak adekuat memperkuat dugaan bahwa gangguan ini telah menetap akibat tidak adanya intervensi pada masa perkembangan visual. Berdasarkan telaah pustaka, perbedaan refraksi >2 dioptri berisiko tinggi menyebabkan supresi kortikal terhadap mata dengan bayangan lebih kabur, yang bila berlangsung lama akan menghambat plastisitas korteks visual. Penatalaksanaan yang disarankan meliputi koreksi refraksi tepat, terapi oklusi, penggunaan tetes mata pelumas, dan pemeriksaan rutin untuk memantau fungsi visual. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dan koreksi dini anisometropia untuk mencegah ambliopia permanen serta mempertahankan fungsi binokular yang optimal

    Similar works