Pediculosis capitis merupakan infeksi kulit kepala yang disebabkan oleh Pediculus humanus capitis. Penyakit ini sering ditemukan pada anak usia sekolah dasar, terutama pada anak dengan kebersihan diri yang kurang dan lingkungan tempat tinggal yang padat. Hasil studi pendahuluan pada 10 siswa di UPT SDN 268 Gresik menunjukkan bahwa 6 siswa (60%) terinfeksi Pediculosis capitis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Pediculosis capitis pada siswa UPT SDN 268 Gresik. Penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 105 siswa kelas 1–6 dipilih sebagai responden menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan inspeksi rambut, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p = 0,002), Personal hygiene (p = 0,000), panjang rambut (p = 0,005), ketebalan rambut (p = 0,002), dan bentuk rambut (p = 0,002) dengan kejadian Pediculosis capitis. Sedangkan faktor usia (p = 0,803) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa faktor jenis kelamin, Personal hygiene, panjang rambut, ketebalan rambut, dan bentuk rambut berpengaruh terhadap kejadian Pediculosis capitis. Diperlukan edukasi mengenai kebersihan diri dan intervensi kesehatan di lingkungan sekolah untuk mencegah penyebaran penyakit ini