Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular paling umum dan menjadi faktor dominan kematian global, termasuk di Indonesia yang prevalensinya terus meningkat. Lansia memiliki risiko lebih tinggi akibat perubahan fisiologis dan elemen perilaku hidup seperti kelebihan berat badan dan minimnya gerak tubuh. Penatalaksanaan non farmakologis, terutama melalui aktivitas fisik, terbukti efektif membantu mengendalikan tingkat tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemberian terapi aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi.literature review ini menerapkan metode telaahsystematic review, sumber artikel didapatkan melalui situs database jurnal ilmiah, yaitu : Google Scholar, ReasearchGate, Garuda, Pubmed, dan Science direct. Kata kunci yang digunakan, yaitu : “Aktivitas Fisik”, “Hipertensi”, “Lansia”, “Tekanan Darah”. Seleksi pemilihan artikel mengikuti aturan seleksi inklusi dan eksklusi secara tegas. Hasil temuan menunjukkan bahwa pemberian terapi aktivitas fisik efektifitas terlihat pada lansia hipertensi dalam menurunkan tekanan darah. Terapi aktivitas fisik dapat mempengaruhi tekanan darah dan merupakan manajemen non farmakologi yang efektif. Aktivitas aktivitas fisik membantu menyelaraskan irama jantung, sebaliknya keterbatasan bergerak meningkatkan denyut jantung pada lansia