research article

Peranan Perguruan Tinggi Islam dalam Melestarikan Ilmu Qiraat di Sumatera Barat

Abstract

ABSTRAK: Ilmu Qiraat merupakan salah satu disiplin ilmu al-Qur’an yang memiliki peran penting dalam menjaga keaslian bacaan al-Qur’an. Di tengah arus modernisasi dan berkurangnya minat generasi muda terhadap kajian klasik, keberlanjutan Ilmu Qiraat menghadapi berbagai macam tantangan. Perguruan tinggi Islam sebagai pusat pengembangan keilmuan memiliki tanggung jawab strategis dalam melestarikan dan mengembangkan ilmu ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan perguruan tinggi Islam di Sumatera Barat dalam menjaga eksistensi dan keberlanjutan ilmu Qiraat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kurikulum, kegiatan akademik, serta program pembinaan Qiraat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perguruan Tinggi Islam berperan aktif melalui integrasi mata kuliah Qiraat dalam kurikulum, pembinaan mahasiswa melalui halaqah dan penyelenggaraan pelatihan Qiraat, serta kerja sama dengan pesantren dan lembaga keagamaan. Selain itu, Perguruan Tinggi Islam juga berfungsi sebagai pusat kaderisasi qari dan pecinta Ilmu Qir’at yang berkompeten. Dengan demikian, Perguruan Tinggi Islam memiliki peran strategis dalam melestarikan ilmu Qiraat di Sumatera Barat, baik melalui pendidikan formal, kegiatan nonformal, maupun pengabdian kepada masyarakat. ABSTRACT: The science of Qiraat is one of the core disciplines of Qur’anic studies and plays a crucial role in preserving the authenticity of Qur’anic recitation. Amid the currents of modernization and the declining interest of younger generations in classical Islamic scholarship, the sustainability of Qiraat studies faces various challenges. Islamic higher education institutions, as centers for intellectual and scholarly development, bear a strategic responsibility in preserving and advancing this discipline. This study aims to analyze the role of Islamic higher education institutions in West Sumatra in maintaining the existence and continuity of the science of Qiraat. This research employs a qualitative method with a descriptive approach, utilizing observation, interviews, and documentation studies of curricula, academic activities, and Qiraat development programs. The findings indicate that Islamic higher education institutions play an active role through the integration of Qiraat courses into the curriculum, the mentoring of students through halaqah-based learning and the organization of Qira’at training programs, as well as collaboration with pesantren and religious institutions. Furthermore, these institutions function as centers for the regeneration of competent qāriʾ and scholars dedicated to the science of Qiraat. Thus, Islamic higher education institutions hold a strategic role in preserving the science of Qiraat in West Sumatra through formal education, non-formal activities, and community engagement

    Similar works