Adanya fenomena dimana anak-anak yang menjelang aqil baligh tidak
mempersiapkan dan mengetahui apa itu aqil baligh. Hal ini disebabkan oleh anak yang
enggan untuk belajar mengenai ilmu agama. Oleh karena itu perlunya suatu media yang
memberikan panduan serta arahan kepada anak mengenai hal ini khususnya aqil
baligh. Buku visual menjadi solusi bagi anak-anak yang menjelang usia aqil baligh ini
karena buku visual merupakan media yang menarik dan sudah sangat dekat dengan
mereka.
Pada perancangan ini terdapat ini terdapat beberapa metode yang digunakan
yakni, metode kualitatif meliputi tahap observasi dan wawancara mendalam. Lalu
untuk pendukung datanya pada perancangan ini memakai pula studi literatur dan studi
komparator sebagai pendukung data.
Pada proses analisis data yang digunakan pada perancangan ini memakai
analisis 5W+1H. Proses analisis dilakukan untuk mencari petunjuk-petunjuk penting
sehingga terkumpul informasi yang jelas dan lengkap. Dari proses analisis ini didapat
sebuah keyword yakni “Keseruan Memahami Aqil Baligh” yang memilik makna bahwa
seseorang yang belajar mengenai aqil baligh ini juga bisa menjadi menyenangkan tanpa
menghilangkan makna yang terkandung didalamnya.
Dengan adanya keyword, dapat dijadikan acuan bahwa dalam pembuatan
konsep buku visual panduan ini. Konsep perancangan dapat meliputi konten apa saja
yang akan disampaikan pada buku ini dan bagaimana konsep yang akan diangkat pada
buku ini. Diharapkan dengan adanya perancangan ini dapat membantu anak-anak yang
menginjak usia aqil baligh.
Kata Kunci: Aqil baligh, buku visual, pandua