Perairan pantai selatan Kabupaten Kebumen, sebagai bagian dari
Samudera Hindia, mengandung potensi sumberdaya perikanan, diantaranya
udang penaeid. Jenis udang penaeid yang dominan tertangkap dan memiliki
nilai ekonomis tinggi antara lain udang Jerbung (Penaeus merguiensis), udang
Dogol (P. indicus), udang Barat (Metapenaeus sp.), udang Krosok
(Parapenaeus sp.), dan udang Rebon (Acetes). Produksi udang penaeid di
pantai selatan Kebumen cenderung menurun. Sebagai gambaran, pada tahun
1999 produksinya sebesar 375,68 ton, turun menjadi 126,42 pada tahun 2007.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi lestari udang penaeid di
perairan pantai selatan Kebumen, dan merumuskan konsep pengelolaannya
agar produksi udang di perairan tersebut dapat maksimum berkelanjutan.
Penelitian dilakukan pada bulan September sampai dengan November 2008.
Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional sebanyak 10% dari hasil
tangkapan. Lokasi sampling meliputi TPI Argopeni, Karangduwur dan TPI
Pasir, yang merupakan TPI utama di daerah tersebut. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa hasil tangkapan per satuan upaya (CPUE) udang penaeid
besar (Jerbung, Dogol dan Barat) cenderung naik, dari 2,74 Kg/trip (tahun
1998) menjadi 7,7 Kg/trip trammel net (tahun 2007). Hasil pendugaan produksi
lestari berkelanjutan (MSY) udang penaeid besar adalah sebesar 105.628,76
ton per tahun, sedangkan trip yang menghasilkan MSY (fMSY) adalah sebanyak
21.894 trip trammel net. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan udang
penaeid di perairan Kebumen sudah perlu kehati-hatian. Meskipun demikian,
ukuran rata-rata udang yang tertangkap cukup besar dan masih memiliki
peluang untuk melakukan reproduksi. CPUE udang penaeid kecil cenderung
menurun sejak tahun 1998 sampai dengan 2005, kemudian meningkat lagi
sejak tahun 2006. Hasil perhitungan MSY diperoleh nilai sebesar 84.852
Ton/tahun, dengan trip optimum (fopt) sebesar 9.485 trip lampara dasar per
tahun. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan udang penaeid kecil
sudah jenuh tangkap (fully exploited). Guna menjaga kelestarian stok udang
penaeid, maka pengelolaan diarahkan untuk mengurangi jumlah trip
penangkapan udang penaeid, terutama alat tangkap lampara dasa