review thesis

HUBUNGAN DERAJAT MIOPIA DENGAN KEJADIAN DRY EYE PASCA OPERASI RELEX SMILE Studi Observasional Analitik di Sultan Agung Eye Center (SEC) Semarang

Abstract

Dry eye adalah penyakit multifaktorial dari lapisan air mata dan permukaan okuler yang dapat menimbulkan gejala-gejala ketidaknyamanan, gangguan visus, dan instabilitas lapisan air mata sehingga berisiko menyebabkan kerusakan pada permukaan okuler. Ablasi stroma yang dipengaruhi oleh tingkat miopia, merupakan salah satu faktor risiko terjadinya dry eye pasca operasi ReLEx SMILE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat miopia dengan dry eye pasca ReLEx SMILE. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan sampel 42 mata. Sampel dikategorikan beradasarkan derajat miopia ( ringan, sendang, dan berat) pasca operasi ReLEx SMILE pada periode Februari 2019 – Mei 2019 di Sultan Agung Eye Center Semarang yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data menggunakan data rekam medis. Berdasarkan data tersebut, pasien diperiksa menggunakan Schirmer’s test. Data dianalisis dengan uji koefisien kontingensi. Berdasarkan analisis didapatkan derajat miopia berat mengalami dry eye sebanyak 4 sampel (9,5% ). Terdapat hubungan derajat miopia dengan kejadian dry eye pasca operasi ReLEx SMILE ( p = 0,012, r = 0,417). Terdapat hubungan dengan korelasi cukup antara derajat miopia dengan dry eye pada pasien miopia pascaReLEx SMILE. Jumlah pasien yang mengalami dry eye sebanyak4 mata pada pasien miopia berat. Kata Kunci : Derajat Miopia, Dry Eye, ReLEx SMIL

    Similar works