Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak, bahkan
oleh semua makhluk hidup, oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat
dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain. Saat ini, masalah
utama yang dihadapi oleh sumber daya air meliputi kuantitas air yang sudah tidak mampu
memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik yang
semakin menurun. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20 tahun 1990
tentang Pengendalian Pencemaran Air, pemantauan perubahan kualitas air merupakan salah
satu kegiatan pengendalian pencemaran air. Kualitas air dinyatakan dengan beberapa
parameter, yaitu parameter fisika (suhu, kekeruhan, padatan terlarut, dan sebagainya),
parameter kimia (pH, oksigen terlarut, BOD, kadar logam, dan sebagainya), dan parameter
biologi (keberadaan plankton, bakteri, dan sebagainya). Pada hakekatnya, salah satu tujuan
pemantauan kualitas air pada perairan umum adalah menilai kelayakan suatu sumber daya
air untuk kepentingan tertentu. Teknologi Internet of Things merupakan salah satu alternatif
untuk melakukan pemantauan tersebut. Penelitian ini membahas pembuatan sistem
pemantauan suhu, pH, dan kejernihan air dengan pengimplementasian layanan API
Telegram dan website sebagai media pengiriman informasi serta komputer mikro Raspberry
Pi dan sensor untuk mengumpulkan data. Sistem ini dibangun dengan fitur yang dapat
memberikan pesan dan notifikasi yang berisi keadaan air secara realtime. Aplikasi yang
dikembangkan dengan menggunakan database RRDTool untuk penyimpanan log data
kualitas air. Pengembangan aplikasi menggunakan metode Unified Process dengan bahasa
pemrograman Python dan PHP. Setelah pengembangan selesai dilakukan, dilanjutkan
pengujian secara blackbox. Berdasarkan hasil pengujian blackbox, semua pengujian terkait
fungsionalitas sistem dapat diterima dan berjalan sesuai yang diharapkan. Hasil akhir dari
penelitian ini adalah sistem yang dapat memantau kualitas suhu, pH dan kejernihan air secara
realtime tiap 3 detik dan dapat menampilkan data melalui website dan aplikasi Telegram.
Sistem memiliki akurasi pengukuran suhu sebesar 97.9% dibandingkan dengan thermometer
digital, akurasi pengukuran pH sebesar 95.1% dibandingkan dengan pH-meter, dan akurasi
pengukuran kejernihan sebesar 80.8% dibandingkan dengan turbidity-meter. Sistem dapat
menerima pesan perintah, mengirimkan pesan data kualitas air, dan pesan notifikasi melalui
bot Telegram API dengan waktu komunikasi pesan rata – rata 1.728 detik