Indonesian Society of Animal Agriculture (ISAA)/Program Pascasarjana Undip
Abstract
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki cadangan batubara yang besar, sehingga
bahan bakar tersebut dipakai oleh beberapa industri seperti semen dan baja. Batubara di Indonesia
adalah batubara dengan kualitas rendah yang memiliki moisture content cukup tinggi dan nilai kalor
yang rendah. Dibutuhkan proses pengeringan untuk meningkatkan kualitas batubara. Metode
Fluidized Bed Drying (Pengeringan Unggun Fluidisasi) dipilih karena memiliki effisiensi yang
baik. Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh kurva pengeringan batubara dan mengetahui
pengaruh suhu udara pengering dan ukuran partikel batubara terhadap pengeringan batubara
menggunakan unggun fluidisasi. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu preparasi
bahan baku batubara (Size Reduction), analisa moisture content awal, proses pengeringan, dan
terakhir analisa akhir moisture content. Alat yang digunakan adalah Fluidized Bed Dryer
(Pengering Unggun Terfluidisasi), Humidty & temperature meter, stopwatch, dan test sieve. Analisa
kadar air atau moisture content dengan menggunakan metode gravimetri dengan oven. Dari
penelitian dapat disimpulkan bahwa selama proses pengeringan, kandungan air dalam batubara
terus menurun tiap waktu dan laju pengeringan terus menurun, proses pengeringan tidak memiliki
periode laju pengeringan konstan, dan semakin tinggi suhu udara pengering dan semakin kecil
ukuran partikel batubara selama proses pengeringan maka semakin kecil kandungan air pada
batubara dan laju pengeringan cenderung menurun