Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dosis irradiasi sinar gamma yang
dapat menghasilkan keanekaragaman genetik M1 pada tanaman bawang merah
(Allium ascalonicum L.) berdasarkan karakter fisiologi dan morfologi. Percobaan
dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas
Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penyinaran sinar
gamma dilaksanakan di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nukilr
Nasional (PAIR BATAN), Pasar Jumat, Jakarta.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini percobaan monofaktor
Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan (L0 = 0 Gy, L1 = 3 Gy,
L2 = 6 Gy, L3 = 9 Gy, L4 = 12 Gy, L5 = 15 Gy) dan 5 ulangan. Setiap satuan
percobaan terdiri dari 5 tanaman. Parameter yang diamati meliputi nilai LD
,
heritabilitas, karakter morfologi dan fisiologi. Karakter morfologi yang diamati
yaitu: (1) tinggi tanaman, (2) jumlah daun tanaman, (3) jumlah anakan per
rumpun, (4) jumlah umbi, (5) bobot basah umbi /pot. Karakter fisiologi yang
diamati yaitu: (1) kandungan klorofil, dan (2) nilai aktivitas nitrat reduktase
(ANR).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi sinar gamma dapat
menurunkan karakter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun
dan berat basah umbi. Nilai LD
bawang merah yaitu, 7,64 Gy. Dosis 3 Gy dan 6
Gy secara nyata menurunkan tinggi tanaman pada 1 – 5 MST namun tidak
berpengaruh nyata pada 6 MST. Dosis 3 GY dan 6 Gy secara nyata menurunkan
jumlah daun pada umur 1 dan 2 MST namun tidak berpengaruh nyata pada umur
3, 4, 5, 6 MST. Dosis iradiasi sinar gamma tidak berpengaruh nyata terhadap
jumlah anaka bawang merah. Dosis 3 Gy dan 6 Gy secara nyata meningkatkan
kandungan klorofil a, klorofil b, klorofil total (a+b) dan ANR. Iradiasi sinar
gamma tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi. Dosis 6 Gy secara nyata
menurunkan berat basah umbi. Karakter yang memiliki nilai heritabilitas tinggi >
50% meliputi karakter berat basah umbi, kandungan klorofil a, klorofil b, klorofil
total (a+b) dan aktivitas nitrat reduktase (ANR). Penyinaran dosis 6 Gy pada
nomor tanaman 52 dan 59 merupakan mutan bawang merah yang berpotensi
untuk tahap seleksi lanjutan.
Simpulan dari hasil penelitian adalah nilai LD
50
bawang merah yaitu, 7,64 Gy.
Keragaman yang terbentuk pada dosis 6 Gy yaitu tanaman nomor 52 dan 59
berdasarkan penciri karakter ANR Bawang Merah