Penguasaan bahasa daerah oleh anak-anak sering dikaitkan dengan keberhasilan
pengajaran bahasa daerah di sekolah dasar. Demikian pula halnya dengan pengajaran
bahasa Sunda di Jawa Barat. Wajarlah jika sekolah dasar kerapkali disudutkan oleh
masyarakat manakala siswa tidak dapat menguasai bahasa Sunda yang diajarkan di
lembaga pendidikan tersebut. Masyarakat sering memandang sekolah sebagai pihak yang
bertanggung jawab dalam pengajaran bahasa daerah itu. Tentu pernyataan ini perlu
dierenungkan kembali. Sekolah mengajarkan bahasa Sunda dengan berbagai keterbatasan
di tengah-tengah rekayasa pendidikan. Pengajaran bahasa Sunda di sekolah dasar
berdasarkan kurikulum tertentu, dilaksanakan di dalam ruang terbatas dengan waktu
terbatas pula, kemampuan guru pun terbatas, demikian pula kesempatan berbicara siswa
terbatas, dan hal-hal lain juga penuh keterbatasan. Dengan kondisi pengajaran bahasa
Sunda seperti itu mungkinkah siswa menguasai bahasa daerah tersebut sebagaimana yang
diharapkan. Sekolah bukanlah lembaga keluarga seperti orang tua di rumah. Sekolah tidak
dapat menggantikan peran orang tua dalam penggunaan bahasa sehari-hari di rumah. Di
samping itu, terdapat faktor umum lain yang menyebabkan tidak kondusifnya pengajaran
bahasa Sunda di sekolah dasar di Jawa Barat. Makalah ini akan mencoba memaparkan
berbagai masalah dalam pengajaran bahasa Sunda di sekolah dasar di Jawa Barat dan
dampaknya bagi pemertahanan bahasa Sunda