research

PENILAIAN KEBERLANJUTAN KAMPUNG LAMA DI KELURAHAN LEMPONGSARI

Abstract

Kota Semarang memiliki banyak kampung lama yang terdapat dalam wilayah administrasi kelurahan salah satunya adalah di Kelurahan Lempongsari. Kampung lama Kelurahan Lempongsari terletak di pusat Kota Semarang dan merupakan permukiman lama yang berada di kawasan perbukitan. Dengan luas wilayah 87,7 Ha dan pada tahun 2012 memiliki kepadatan penduduk 82,54jiwa/ha. Kampung lama Lempongsari berdiri pada tahun 1920 dan merupakan bagian dari permukiman Candi Baru yang pembangunannya ditangani oleh Ir. Herman Thomas Karsten, seorang penasehat perencana kota, tahun 1920 yang diperuntukkan bagi kaum ekspatriat (orang orang Eropa di Indonesia) pada masa kolonial. Pertumbuhan di Kota Semarang bersumber dari semakin meningkat populasi yang terjadi baik secara alami maupun melalui urbanisasi yang menyebabkan permintaan akan ruang (space) semakin meningkat. Hal ini didukung oleh adanya perubahan perilaku masyarakat penghuni kota baik perilaku sosial, budaya, ekonomi, politik maupun perilaku dalam penggunaan teknologi. Akibatnya, permukiman meluas hingga merambah ke daerah-daerah penyangga. Sangat disayangkan bahwa saat ini kualitas lingkungan permukiman di Kelurahan Lempongsari telah mengalami penurunan karena kepadatan permukiman yang semakin tinggi dan berkurangnya ruang terbuka hijau. Permasalahan yang menjadi inti dari penelitian ini adalah terancamnya keberlanjutan lingkungan permukiman di kampung lama Kelurahan Lempongsari sebagai permukiman bersejarah yang aman dan nyaman untuk ditinggali, mengingat seringnya terjadi longsor di lereng-lereng perbukitan yang ada sehingga membahayakan penghuni

    Similar works