ABSTRAK
Salah satu organ terbesar tubuh manusia ialah kulit, memiliki fungsi
penting seperti perlindungan, penginderaan, dan pemeliharaan homeostasis. Meski
sering dianggap kurang penting dibandingkan penyakit mematikan seperti
HIV/AIDS dan tuberkulosis, masalah kulit sangat umum dan membutuhkan
perhatian khusus, terutama dalam layanan kesehatan primer.
Penelitian ini membandingkan metode Naive Bayes dan K-Nearest
Neighbor (KNN) dalam mendiagnosis penyakit kulit menggunakan K-Fold cross
validation. Berdasarkan penelitian terdahulu yang menunjukkan hasil beragam
dalam klasifikasi penyakit kulit, studi ini mengevaluasi akurasi kedua metode.
Enam klasifikasi penyakit kulit yang diuji adalah Psoriasis, Dermatitis Seboroik,
Dermatitis Kronik, Lichen Planus, Pityriasis Rosea, dan Pitiriasis Rubra Pilaris.
Hasil divalidasi data oleh 5-Fold Cross Validation sehingga menghasilkan
akurasi pada Naive Bayes dengan nilai rata-rata akurasi 99.44% yang sebelumnya
tanpa menggunakan k-fold mendapat 98.61%. Sedangkan akurasi yang di hasilkan
pada algoritma K-Nearest Neighbors (KNN) menggunakan 5-fold cross validation
adalah rata-rata akurasi 89.1% yang sebelumnya tanpa penggunaan k-fold
memiliki akurasi 87.5%. Sehingga metode Naive Bayes mendapatkan akurasi
lebih tinggi daripada K-Nearest Neighbor
Sehingga kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma
Naive Bayes memberikan klasifikasi yang sangat baik dalam mengidentifikasi
penyakit kulit dibandingkan dengan KNN, dengan akurasi rata-rata lebih tinggi
vi
setelah divalidasi data oleh k-fold cross validation pada dataset yang digunakan.
Dengan demikian, Naive Bayes menjadi solusi yang efektif untuk permasalahan
identifikasi penyakit kulit. Serta hasil penelitian menunjukkan bahwa K-Fold
Cross Validation efektif dalam mengurangi overfitting dan meningkatkan validitas
hasil.
Kata Kunci : Naive Bayes, K-Nearest Neighbor, K-Fold Cross Validation, Data
Mining, Skin Diseases, Dermatolog