Using Nurcholish Madjid’s functional-sociological approach, this study aims to explore and formulate the values of social ethics contained in Surah al-Ḥujurāt through a thematic exegesis framework (tafsīr mawḍūʿī). This surah encompasses fundamental teachings on community ethics, such as respect toward authority, the principle of caution in receiving information (tabayyūn), the obligation to reconcile conflicts (iṣlāḥ), and prohibitions against mockery, prejudice, and backbiting. Employing a qualitative method with a library research approach, the study analyzes classical and contemporary tafsīr sources using descriptive-analytical techniques. The findings reveal that the social values in Surah al-Ḥujurāt are universal, contextual, and applicable. The verses construct a comprehensive system of Islamic social ethics, ranging from epistemic foundations (verses 1–2), digital information ethics (verse 6), conflict management (verses 9–10), interpersonal communication ethics (verses 11–12), to principles of inclusivity and equality (verse 13). This surah serves as both a normative and practical reference for character development and the cultivation of a dignified, ethical, and harmonious societyDengan menggunakan pendekatan fungsional-sosiologis Nurcholish Madjid, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merumuskan nilai-nilai etika sosial yang terkandung dalam Surah al-Ḥujurāt melalui kerangka tafsir tematik (tafsir mawḍūʿī). Surah ini mencakup ajaran-ajaran mendasar tentang etika masyarakat, seperti penghormatan terhadap otoritas, prinsip kehati-hatian dalam menerima informasi (tabayyūn), kewajiban untuk mendamaikan konflik (iṣlāḥ), dan larangan terhadap ejekan, prasangka, dan ghibah. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan, penelitian ini menganalisis sumber-sumber tafsir klasik dan kontemporer menggunakan teknik deskriptif-analitis. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa nilai-nilai sosial dalam Surah al-Ḥujurāt bersifat universal, kontekstual, dan aplikatif. Ayat-ayat tersebut membangun sistem etika sosial Islam yang komprehensif, mulai dari landasan epistemik (ayat 1-2), etika informasi digital (ayat 6), manajemen konflik (ayat 9-10), etika komunikasi interpersonal (ayat 11-12), hingga prinsip inklusivitas dan kesetaraan (ayat 13). Surah ini berfungsi sebagai referensi normatif dan praktis untuk pengembangan karakter dan pembinaan masyarakat yang bermartabat, beretika, dan harmonis