'Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua'
Abstract
Rekayasa budidaya ikan nila merah (O. niloticus) secara intensif di tambak pada program hilink
menggunakan pakan buatan yang diperkaya dengan enzim fitase untuk mempercepat pertumbuhan dan
kelulushidupan. Enzim fitase yang ditambahkan dalam pakan dapat menghidrolisa asam fitat dalam pakan
ikan menjadi inositol dan asam fosfat, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan
pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji efek penambahan enzim fitase dalam pakan buatan
dan mengetahui dosis terbaik enzim fitase dalam pakan buatan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan,
pertumbuhan, dan kelulushidupan ikan nila merah salin (O. niloticus).
Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila merah salin (O. niloticus) pada stadia
pendederan I yang memiliki bobot rata-rata 1,09±0,07 g/ekor dengan padat tebar 5 ekor/l. Penelitian ini
menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap, 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.
Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan enzim fitase dalam pakan buatan dengan dosis berbeda
yaitu A (0 mg/kg pakan), B (300 mg/kg pakan), C (600 mg/kg pakan), D (900 mg/kg pakan). Data yang
diamati meliputi laju pertumbuhan relatif (RGR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein
(PER), rasio konversi pakan (FCR), kelulushidupan (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penambahan enzim fitase dalam pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap
RGR, EPP, PER, FCR,SR ikan nila merah salin (O. niloticus). Dosis terbaik enzim fitase sebesar 600 mg/kg
(perlakuan C) pakan mampu menghasilkan EPP, RGR, PER, FCR, dan SR masing-masing sebesar
55.25±0.33a %, 7.75±0.10%/hari, 2.76±0.01a %, 1.25±0.02a 1.25±0.02a dan 93.33±5.77a% untuk ikan nila
merah salin (O.niloticus). Kualitas air pada media pemeliharaan berada pada kisaran yang layak untuk
budidaya ikan nila merah salin (O.niloticus)