research

BAHASA, WACANA, DAN KEKUASAAN DALAM KONSTRUKSI G30S

Abstract

Bahasa, menurut Foucault, bukanlah medium yang transparan, bukan pula pencerminan dari kenyataan. Bahasa adalah alat yang dipergunakan episteme, guna mengatur dan menyusun kenyataan, sesuai dengan tabiat episteme itu sendiri. Foucault melihat bahwa bahasa dan episteme tidak pasif melainkan aktif. Keduanya berusaha untuk mengubah atau menguasai kenyataan. Istilah yang digunakan untuk menyebut Peristiwa G30S mengandung hasrat-hasrat kekuasaan dan menjadi wacana akademis yang menarik. Makalah ini akan mengkaji dan mengungkap hubungan antara bahasa, wacana, dan kekuasaan dalam konstruksi Gerakan 30 September (G30S). Peristiwa G30S yang menjadi awal sebuah tragedi berdarah terbesar dalam sejarah bangsa Indonesia dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan dengan tujuan yang berbeda-beda. Hasrat kekuasaan itu dapat diungkap dari permainan bahasa di dalam konstruksi wacana G30S

    Similar works