Analisis Risiko Kesehatan Akibat Paparan TSP (Mn dan Cr) Terhadap Siswa dan Guru di Sekolah Dasar Studi Kasus SDN Pandeanlamper 01 dan SDN Srondol Wetan 03, Semarang
ABSTRAK
Meningkatnya kebutuhan akan transportasi dapat mempengaruhi kualitas
udara. Penggunaan bahan bakar yang tidak baik dan masih mengandung logam
berat dapat mencemari udara. Total Suspended Particulate (TSP) adalah salah
satu emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor berupa campuran seluruh
partikel dari berbagai senyawa organik dan anorganik yang tersebar di udara
dengan diameter yang sangat kecil. Penelitian ini bertujuan untuk
membandingkan tingkat risiko kesehatan akibat paparan logam berat antara SDN
yang terletak jauh dan dekat dari jalan raya. Pengambilan sampel TSP
menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS) dan pengujian logam berat
(Mn dan Cr) menggunakan ICP-OES. Logam berat (Mn dan Cr) yang terkandung
dalam TSP akan di analisis untuk mengetahui besarnya konsentrasi di udara
ambien kemudian menghitung tingkat risiko yang ditimbulkan akibat paparan
logam berat terhadap siswa dan guru di kedua lokasi studi serta membandingkan
hasil tingkat risiko antara kedua lokasi studi. Perhitungan tingkat risiko dibagi
menjadi 2 yaitu Hazard Index (HI) untuk efek non karsinogenik dan Cancer Risk
(CR) untuk efek karsinogenik. Berdasarkan hasil perhitungan tingkat analisis
risiko, bahwa di SDN Srondol Wetan terdapat beberapa responden yang memiliki
nilai HI logam Mn yang >1, menunjukkan bahwa terdapat efek karsinogenik yang
terjadi. Sedangkan di SDN Pandeanlamper keseluruhan responden meemiliki nilai
HI yang < 1, menunjukkan bahwa tidak terdapat efek karsinogenik yang terjadi.
Dan nilai HI logam Cr masing-masing di kedua lokasi studi > 1. Nilai CR (Cancer
Risk) jalur ingesti di SDN Pandeanlamper berada di bawah ambang batas dan
terdapat beberapa yang telah termasuk dalam rentang ambang batas (medium
risk). Sedangkan di SDN Srondol Wetan terdapat 3 responden yang memiliki nilai
CR ingesti yang melebihi ambang batas (> 10-4), menunjukkan bahwa terdapat
efek karsinogenik pada responden. Dan nilai CR jalur inhalasi pada kedua lokasi
studi masing-masing berada dibawah ambang batas (< 10-6). Mengacu pada hasil
penelitian bahwa rata-rata nilai risiko paparan (HI dan CR) di SDN Srondol
Wetan 03 yang terletak 300 m dari jalan lokal (1,6 Km dari jalan raya) lebih tinggi
daripada di SDN Pandeanlamper 01 yang berjarak 3 meter dari jalan raya, hal ini
disebabkan karena konsentrasi logam Mn dan Cr dalam TSP di SDN Srondol
Wetan lebih tinggi daripada di Pandeanlamper. Oleh karena itu sekolah yang
dekat (3 meter) dari jalan raya belum tentu memiliki nilai paparan yang lebih
tinggi daripada sekolah yang berjarak 300 m dari jalan lokal (1,6 Km dari jalan
raya).
Kata Kunci : Pencemaran Udara, TSP, Mn, Cr, Analisis RisikoABSTRACT
The increasing need for transportation can affect the air quality. The use of
bad fuel and still containing heavy metals can contaminate the air. Total
Suspended Particulate (TSP) is one of the emissions produced by motor vehicles
in the form of a mixture of all particles of various inorganic and organic
compounds that are scattered in the air with very small diameter. This study aims
to compare the level of health risks due to exposure to heavy metals between
SDNs located far and near from the highway. TSP sampling used High Volume
Air Sampler (HVAS) while the heavy metals content (Mn and Cr) was measured
by using ICP-OES. Further, the heavy metals (Mn and Cr) contained in the TSP
was used to determine the amount of ambient air concentration and then calculate
the level of risk posed by heavy metal exposure to students and teachers in both
study sites and compare the risk level results between the two study sites. Risk
level calculation was divided into 2, ie Hazard Index (HI) for non carcinogenic
effect and Cancer Risk (CR) for carcinogenic effect. Based on the calculation
level of risk analysis, in SDN Srondol Wetan there were some respondents who
have HI value of Mn metal >1, indicating that there were carcinogenic effects
occured. Whereas in SDN Pandeanlamper, all respondents had HI values <1,
indicating that no carcinogenic effect occured. Meanwhile, the value of HI of Cr
metal in both study locations was >1, respectively. The CR (Cancer Risk) value of
ingestion path in SDN Pandeanlamper was below the threshold whilst there were
some which had been included in the range of the risk (medium risk). In SDN
Srondol Wetan, there were three respondents who had CR ingestion value
exceeding the threshold (>10-4), showed that there was a carcinogenic effect on
respondents. The CR values of the inhalation paths at both study sites were below
the threshold (<10-6). Referring to the results of the study that average eposure
risk values (HI and CR) at SDN Srondol Wetan 03 lovated 300 m from local
roads (1.6 Km from the highway) were higher than at SDN Pandeanlamper 01
which is 3 meters away from the road, this is due to the concentration of Mn and
Cr metals in TSP in SDN Srondol Wetan was higher than in Pandeanlamper.
Therefore, the nearest school (3 meters) from the highway did not necessarily
have a higher display value than a school which is 300 m from the local road (1.6
Km from the highway).
Keywords: Air Pollution, TSP, Mn, Cr, Risk Analysi