Permasalahan yang ada pada siswa dalam proses pembelajaran yaitu
kurangnya minat pada pembelajaran saraf, hal ini mengakibatkan pada hasil dari
proses pembelajaran karena sulitnya guru untuk mencapai tujuan dari pembelajaran
tersebut, hal ini disebabkan oleh belum adanya penggunaan metode pada saat proses
pembelajaran sehingga siswa merasa bosan dikarenakan pembelajaran yang terlalu
monoton. Oleh karena itu perlu adanya penerapan sebuah metode yang menuntaskan
permasalahan tersebut, dalam hal ini peneliti memilih metode mind mapping.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kombinasi atau Mixed
Methods. Model Penelitian yang digunakan dalam penelitian kombinasi ini adalah
sequential exploratory, yaitu pada tahap awal menggunakan metode kualitatif dan
tahap berikutnya metode kuantitatif. Data penelitian ini diperoleh dari
observasi,wawancara, dan tes untuk mengukur kemampuan siswa. Berdasarkan hasil
penelitian yang diperoleh menggunakan aplikasi SPPSS dan Uji T test yang
didapatkan signifikan yaitu 0.001 < 0.05 artinya dapat diputuskan bahwa Ho ditolak
dan Ha diterima, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelas
kontrol dan kelas eksperimen. Selain itu juga dapat dilihat dari output Group Statistic
bahwa terdapat perbedaan pada nilai rata-rata (mean) yaitu kelas eksperimen dan
pada kelas kontrol . Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan pada hasil belajar saraf sebelum dan sesudah menggunakan metode
pembelajaran mind mapping pada siswa kelas XI di Pondok Nurul Islam Seri
Bandung. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Efektifitas yang signifikan pada
penerapan metode pembelajaran mind mapping . Hal ini dapat dilihat dari hasil
belajar