Tesis yang berjudul “Zahrat al-Murid Fi Bayan Kalimat al-Tawhid (Sebuah Kajian
Filologi)” dilatarbelakangi oleh belum terdapat deskripsi yang lengkap dan penelitian
yang mendalam tentang manuskrip naskah kitab Zahrat al-Murid Fi Bayan Kalimat al-
Tawhid dan penelitian atas kitab tersebut secara khusus. Untuk itu penelitian ini
bermaksud mengulas manuskrip naskah kitab ZMBKT secara filologi dan dilanjutkan
dengan analisis isi atas kitab tersebut. Dipilihnya naskah ZMBKT ini merupakan naskah
pertama yang ditulis oleh ulama Palembang yang terkenal yaitu Syaikh Abdu al-
Shamad al-Falimbani.
Dengan demikian, masalah pokok penelitian ini adalah Bagaimana deskripsi
umum dan teks naskah kitab Zahrat Al-Murid Fi Bayan Kalimat Al-Tawhid yang
lengkap dan representatif?. Kedua, Bagaimana Pemikiran Syaikh Abdu al-Shamad al-
Falimbani dalam naskah kitab Zahrat Al-Murid Fi Bayan Kalimat Al-Tawhid?.
Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library reseach), yang berusaha
menggali data dengan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data tersebut dilakukan
dengan menggunakan metode penelitian sejarah yaitu heuristik dan verifikasi.
Dokumentasi juga dilakukan terhadap beberapa arsip yaitu Arsip koleksi Perpustakaan
Negeri Republik Indonesia yang ada di jalan Salemba Jakarta dan Arsip koleksi pribadi
Kms. H. Andi Syarifuddin, S.Ag yang ada di Palembang. Data yang terkumpul
kemudian dianalis dengan menggunakan metode deskriptif-analitis terhadap fisik
naskah dan kontennya dengan beberapa langkah. Pertama, menyajikan teks naskah
ZMBKT yang sudah ditransiliterasikan dari huruf aslinya, yakni Arab Melayu ke dalam
huruf Latin. Kedua, Menelaah kitab ZMBKT sebagai suatu ajaran yang utuh dan bulat.
Menganalisis dan memahami pokok-pokok ajaran Islam yang terkandung di dalamnya.
Berusaha memahami konsep-konsep yang dipergunakan menurut pemahaman dan
penjelasan Syakh Abdu al-Shamad al-Falimbani.
Dari hasil temuan penelitian diketahui bahwa terdapat lima kesalahan Syaikh
dalam penulisan naskah. Pertama, kata مننتق seharusnya ممنت . Kedua, kata كعكین ث
seharusnya كتعكین ث . Ketiga, kata قیدیم seharusnya قدیم . Keempat, kata كلیم مفة seharusnya
كامفت . Kelima, kata تلامذنھ seharusnya تلامذه . Terdapat satu kata yang lupa ditulis yaitu
kata بقاء . Selanjutnya, terdapat lima pemikiran Syaikh Abdu al-Shamad al-Falimbani
dalam ZMBKT. Pertama, Konsep dasar mempelajari ilmu tawhid adalah hendaknya
harus mengenal terlebih dahulu akan sifat-sifat Allah dengan baik dan benar, serta
mengetahui akan pembagian tauhid dengan menggunakan dalil tentang berbagai
persoalan tauhid secara ringkas dan sistematis. Kedua, Pembahasan Ilahu al-Haq dan
Ilahu al-Bathil yaitu Tuhan yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya adalah
Ilahu al-Haq yaitu Allah SWT bukan Ilahu al-Bathil. Ketiga, Makna La Ilaha Illa Allah
adalah tidak ada sesembahan yang paling berhak disembah melainkan Allah. Keempat,
Pembahasan tentang larangan memikirkan dzat Allah tanpa memahami ilmu manthiq,
ilmu tawhid, dan ilmu keislaman lainnya. Kelima, Pembahasan tentang larangan
menuduh seseorang dengan perkataan kafir yaitu mencela, membongkar aib orang di
masyarakat, maka perbuatan seperti ini tidak diperbolehkan