Alga merah tersebut merupakan jenis alga mampu beradaptasi secara cepat diberbagai
kondisi dan lingkungan dimana dia tinggal, Sifat fleksibel inilah yang membuat alga merah
ini menjadi primadona bagi para petani rumput laut untuk dibudidayakan. Menurut Zatnika
(2009) budidaya rumput laut di daerah tambak lebih banyak memperoleh keuntungan
apabila dibandingan dengan budidaya rumput laut yang dilakukan dilaut. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji pertumbuhan rumput laut Gracilaria sp. dengan dosis pupuk
NPK yang berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan September 2016. Metode yang
digunakan adalah metode eksperimental dengan bantuan RAL (Rancangan Acak Lengkap)
3 kali perlakuan dan 3 kali pengulangan serta dilakukan didalam ruangan. Hasil yang
diperoleh dari penelitian ini adalah jumlah dosis pupuk yang paling sesuai untuk
pertumbuhan rumput laut Gracilaria sp. yaitu dengan dosis pupuk NPK 10 % (perlakuan
A) adalah 30,75, dengan dosis pupuk NPK 20 % (perlakuan B) adalah 32,65666667 dan
dengan dosis pupuk NPK 30% (perlakuan C) adalah 35,30. Dari hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa jumlah dosis pupuk yang sesuai untuk pertumbuhan rumput laut
Gracilaria sp. adalah perlakuan C (15 gram pupuk NPK). Hal ini disebabkan karena
jumlah dosis pupuk NPK yang diberikan lebih banyak dari perlakuan A maupun B, dengan
demikian kandungan zat hara yang terdapat pada perlakuan C akan lebih banyak sehingga
dapat menyuplai lebih banyak nutrisi dan berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut
Gracilaria sp. Parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH) yang dapat dikontrol dengan baik
juga mendukung pertumbuhan Gracilaria sp. Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang
pemberian dosis pupuk untuk mengetahui penyerapan maksimal dari Gracilaria sp