PERBANDINGAN PEMULIHAN VISUS PASCA ReLEx SMILE PADA BERBAGAI DERAJAT MIOPIA (Studi Analitik Observasional Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Tahun 2018-2019)
Latar Belakang: Terapi bedah refraksi dikembangkan untuk meningkatkan outcome operasi kelainan refraksi. Bedah tersebut diantaranya small-incision lenticule extraction (SMILE) yang menjanjikan perbaikan visual lebih baik daripada terapi bedah lainnya karena tidak memerlukan pembuatan flap. Tujuan penelitian ini mengetahui perbandingan waktu pemulihan visus menurut derajat miopia pasca tindakan ReLEx SMILE. Metode: Jenis penelitian ini analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sebanyak 48 mata dari 42 pasien miopia di RSI Sultan Agung Semarang selama tahun 2018-2019 menjadi sampel penelitian ini. Derajat miopia dibedakan atas ringan-sedang (-6 dioptri). Pemulihan visus dinilai dengan Snellen chart pada 1 (kontrol 1) dan 7 hari (kontrol 2), serta 1 (kontrol 3) dan 3 bulan (kontrol 4) pasca bedah refraksi. Perbandingan waktu pemulihan visus berdasarkan derajat miopia dianalisis dengan uji Fisher exact. Hasil: Pada miopia derajat ringan-sedang, pemulihan visus pada 1 hari pasca bedah sebanyak 50% sedangkan pada miopia derajat berat sebanyak 33,3%. Pada 7 hari pasca bedah refraksi, pemulihan visus di miopia ringan-sedang sebanyak 45,8% tetapi pada derajat berat sebanyak 25%. Sebaliknya, pemulihan visus di 1 dan 3 bulan pasca bedah refraksi pada miopia ringan-sedang sebanyak 4,2% tetapi pada derajat berat sebanyak 20,8%. Hasil uji fisher exact diperoleh nilai p sebesar 0,017 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pemulihan visus berdasarkan derajat miopia pasca tindakan ReLEx SMILE. Derajat miopia berhubungan dengan waktu pemulihan visus dengan tingkat keeratan hubungan tergolong sedang.
Kata kunci: Derajat Miopia, Bedah Refraksi, ReLEx SMIL