research article

Hubungan Ketuban Pecah Dini dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar

Abstract

Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan asfiksia neonatorum adalah ketuban pecah dini (KPD). Secara teori pecahnya ketuban akan menyebabkan oligohidramnion, sehingga menekan tali pusat kemudian aliran darah maupun nutrisi dari ibu yang disalurkan ke bayi akan terganggu, dapat menyebabkan asfiksia neonatorum. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan KPD dengan kejadian asfiksia neonatorum. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah ibu hamil periode Januari 2020- Desember 2021 dengan jumlah 169 sampel yang didapatkan menggunakan rumus lemeshow. Uji yang digunakan pada penelitian ini adalah uji chi square. Hasil penelitian univariat meliputi usia, pendidikan, Pekerjaan, tekanan darah, paritas, cara persalinan, riwayat penyulit ibu, kadar hemoglobin, berat badan lahir dan kondisis bayi, diagnosis KPD, asfiksia. Analisis hasil uji statistik chi square tentang hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum dapat disimpulkan bahwa nilai p sebesar 0,002. Ibu yang mengalami ketuban pecah dini, berisiko terhadap kelahiran bayi yang asfiksia. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar

    Similar works