Fear of Missing Out (FoMO) adalah ketika seseorang takut tertinggal atau bahkan cemas akan kehilangan moment penting yang dilakukan oleh orang lain tanpa partisipasi mereka. Salah satu faktor yang mempengaruhi Fear of Missing Out (FoMO) adalah attachment orang tua. Attachment merupakan hubungan emosional antara seseorang yang merupakan dasar dari rasa nyaman dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan attachment orang tua dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada Gen Z di Pekanbaru. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis parametik pearson product moment. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 348 Gen Z di Kota Pekanbaru dengan rentang usia antara 18 hingga 25 tahun dengan menggunakan teknik quota sampling. Data diambil menggunakan skala attachment orang tua dengan skala Fear of Missing Out (FoMO). Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang signifikan antara attachment orang tua dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada Gen Z di Kota Pekanbaru. Semakin rendah attachment orang tua maka semakin tinggi Fear of Missing Out (FoMO) pada Gen Z di Kota Pekanbaru dengan nilai korelasi antara attachment orang tua dengan Fealr of Missing Out (FoMO) sebesar (r = -0.438, p = 0,000). Di simpulkan bahwa semakin rendah attachment orang tua, maka semakin tinggi Fear of Missing Out (FoMO) pada Gen Z di Kota Pekanbar