Pendahuluan : Penyakit ginjal diabetik (PGD) merupakan komplikasi
mikrovaskular utama dari diabetes melitus yang ditandai dengan albuminuria
persisten dan penurunan progresif laju filtrasi glomerulus (LFG), menjadikannya
penyebab utama penyakit ginjal kronis (PGK) dan penyakit ginjal stadium akhir.
Faktor pertumbuhan endotel vaskular-A (VEGF-A) terlibat dalam patogenesis
PGD, diekspresikan secara berlebihan di ginjal dan berkontribusi terhadap
peningkatan permeabilitas vaskular, peradangan, dan fibrosis. Albuminuria,
indikator awal kerusakan ginjal pada PGD, merupakan prediktor kuat
perkembangan PGK dan kejadian kardiovaskular. Rasio albumin-kreatinin urin
(UACR) adalah tes yang direkomendasikan untuk mendeteksi dan memantau
albuminuria. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara kadar
VEGF-A serum dan UACR pada pasien dengan penyakit ginjal diabetik.
.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan
pendekatan cross-sectional yang melibatkan 30 pasien PGD yang memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi. Data demografi dan klinis dikumpulkan, sampel
darah diambil untuk pengukuran serum VEGF-A menggunakan ELISA, dan
sampel urin pagi diambil untuk pengukuran UACR menggunakan
imunoturbidimetri. Analisis korelasi dilakukan menggunakan uji Spearman.
Hasil : Kadar VEGF-A serum rata-rata pada pasien PGD adalah 131,34 pg/ml (SD
83,9), dan UACR rata-rata adalah 403,90 mg/g kreatinin (SD 53,1). Terdapat
korelasi positif yang sangat kuat antara kadar VEGF-A serum dan UACR (r =
0,993, p < 0,05).
Kesimpulan : Kadar VEGF-A dalam serum berkorelasi sangat kuat dan positif
dengan UACR pada pasien DKD. VEGF-A dalam serum dapat berfungsi sebagai
penanda potensial untuk menilai perkembangan DKD dan risiko komplikasi, serta
sebagai target terapi potensia