research article

PERSEPSI TUKANG BATU DI DESA JENETALLASA TENTANG TAKDIR (ANALISIS TEOLOGIS)

Abstract

Destiny is not only understood as an absolute provision but has a dimension that involves wise planning and determination according to the will and knowledge of Allah SWT. First, with this understanding it provides a foundation for understanding how the concept of destiny in human life, both in theological and practical aspects. Second, the masons in Jenetallasa village understand destiny as a combination of human effort and God's will. They believe that although destiny is a definite provision, humans are still required to try. Destiny in the view of masons, teaches surrender, acceptance, and patience in facing life's challenges. Third, the application of destiny by masons in Jenetallasa village has various ways, namely including effort, prayer, and acceptance of destiny, with variations in the level of surrender and effort made by each individual according to their views on destiny. The implications of the research suggest that understanding destiny has a broad impact on the lives of individuals and society. Therefore, spiritual development that can deepen this understanding can be used as a strategic step to create a more productive, harmonious, and religious society. This type of research is qualitative with a field research approach, namely research conducted by going directly to the location to collect the required data. The author applies the observation method by observing directly and using interview techniques. Interviews are conducted through conversations between two parties, between the author and the informant.Takdir tidak hanya dipahami sebagai ketentuan yang bersifat mutlak akan tetapi memiliki dimensi yang dimana melibatkan perencanaan dan penetapan yang bijaksana sesuai kehendak dan ilmu Allah SWT. Pertama, dengan pemamaham ini memberikan landasan untuk memahami bagaimana konsep takdir dalam kehidupan manusia, baik dalam aspek teologis maupun praktis. Kedua, para tukang batu di desa Jenetallasa memahami takdir sebagai kombinasi antara usaha manusia dan kehendak Allah. Mereka mempercayai bahwa meskipun takdir adalah ketentuan yang pasti, manusia tetap diwajibkan untuk berusaha. Takdir dalam pandangan tukang batu, mengajarkan kepasrahan, penerimaan, dan kesabaran dalam menghadapi tantangan hidup. Ketiga, penerapan takdir oleh tukang batu di desa Jenetallasa memiliki beragam cara, yaitu mencakup ikhtiar, doa, serta penerimaan takdir, dengan variasi tingkat pasrah dan usaha yang dilakukan masing-masing individu sesuai dengan pandangan mereka terhadap takdir. Implikasi penelitian mengemukakan bahwa pemahaman mengenai takdir memiliki dampak yang luas terhadap kehidupan individu dan masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan spiritual yang mampu memperdalam pemahaman ini dapat dijadikan langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih produktif, harmonis, dan religius. Jenis penelitian ini adalah bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan turun langsung ke lokasi untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Penulis menerapkan metode observasi dengan mengamati secara langsung serta menggunakan teknik wawancara. Wawancara dilakukan melalui percakapan antara dua pihak, antara penulis dengan informan

    Similar works