Penelitian pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk urin kelinci
terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill)
varietas pemata dilakukan di desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi
pemberian pupuk cair urin kelinci terhadap petumbuhan dan hasil tomat. Rancangan percobaan lapangan disusun dalam rancangan acak lengkap
(RAL) faktorial 4x3 dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi urin
kelinci yang terdiri dari empat aras yaitu 0, 1000, 2000 and 3000 ppm. Faktor kedua
adalahfrekuensi pemberian urin kelinci yang terdiri dari tiga aras yaitu 3, 6 dan 9 kali
selama fase vegetatif tanaman tomat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi urin kelinci memberikan
pengaruh nyataberat segar tanaman, berat keringtanaman, berat kering daun, berat
kering batang, dan berat kering akar. Frekuensi pemberian urin kelinci berpengaruh
pada berat kering tanaman, berat kering daun, berat kering batang dan berat kering
akar. Konsentrasi terbaik urin kelinci yaitu 3000 ppm pada perhrmbuhan tanaman.
Frekuensi pemberian urin kelinci 9 kali memberikan pertumbuhan yang terbaik