Lahan praktik pembelajaran profesi ners stase keperawatan komunitas pada
umumnya tidak berada di area sekitar kampus. Hal tersebut menjadi kendala
bagi mahasiswa dalam melakukan bimbingan dengan pembimbing akademik.
Mahasiswa tidak bisa setiap saat melakukan diskusi dengan pembimbing seperti
pada tahap pembelajaran akademik. Metode pembelajaran alternatif yang dapat
dilakukan kapanpun dan dimanapun tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu bisa
menjadi salah satu alternatif solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keuntungan, kendala dan
harapan mahasiswa terhadap metode small grup discussion berbasis jejaring
sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Data diperoleh dari 10 informan yang menjadi anggota whatsapp
group pembelajaran keperawatan komunitas. Data hasil wawancara tidak
terstruktur dianalisa menggunakan metode colaizzi. Hasil penelitian meliputi 3
tema. Pertama, metode small grup discussion berbasis jejaring sosial merupakan
media yang efektif dan efisien dalam proses pembelajaran profesi ners stase
komunitas. Kedua, kendala yang dihadapi antara lain: mahasiswa tidak online
secara bersamaan,gangguan sinyal, dan kuota data habis. Ketiga, harapan:
whatsapp group dapat terus digunakan dan dikembangkan dalam proses
pembelajaran dengan menambah penggunaan voice note untuk mempermudah
proses diskusi dan didahului dengan kontrak waktu dengan anggota whatsapp
group pada saat diskusi online. Whatsapp group dapat menjadi metode alternatif
pembelajaran yang efektif dan efisien bagi mahasiswa profesi ners, tidak hanya
terbatas pada stase komunitas. Pembimbing akademik dapat menggunakan
whatsapp group untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas proses bimbingan
mahasiswa profesi ners tanpa terbatas jarak dan waktu