Asfiksia Neonatorum adalah suatu keadaan gawat bayi berupa kegagalan bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian asfiksia adalah faktor ibu (usia ibu, umur kehamilan, partus, komplikasi saat kehamilan), faktor janin (gangguan tali pusat, kelainan kongenital, bayi prematur), faktor persalinan (partus lama, persalinan dengan tindakan).
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dan induksi persalinan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Banyumas. Jenis penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif analitik dan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah ibu melahirkan di RSUD Banyumas bulan Januari-Maret tahun 2014. Penentuan jumlah sampel diperoleh 84 orang. Terbagi menjadi 42 sampel kelompok kasus dan 42 sampel kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Diperoleh kesimpulan terdapat hubungan umur ibu (p=0,025; OR=2.818; CI95%=1.128-7.043),umur kehamilan (p=0.028; OR=3.077; CI95%=1.106-8.558), induksi persalinan (p=0.016; OR=2.925; CI95%=1.205-1.099)dengan asfiksia. Serta tidak terdapat hubungan antara paritas (p=0.374; OR=0.673; CI95%=0.280-1.615) dan jenis induksi persalinan (p=0.275; OR=2.045; CI95%=0.561-7.455) dengan asfiksia neonatorum. induksi persalinan hendaknya dilakukan dengan teknik dan prosedur yang sesuai standart serta pengawasan yang baik. Penggunaan oksitosin dan misoprostol untuk induksi persalinan juga dibatasi pada rumah sakit pendidikan, dengan pengawasan ketat, tidak untuk digunakan secara bebas untuk menghindari efek yang tidak diinginkan
Kata Kunci: karakteristik ibu, jenis induksi persalinan, asfiksia neonatoru