Masyarakat Jawa hingga saat ini masih mempertahankan penggunaan bahasa Jawa
dalam upacara adat Jawa. Kesepakatan dan kebijakan bersama masyarakat Jawa menjadi
landasan utama untuk mempertahankan bahasa dan adat Jawa sebagai cerminan dari
kearifan lokal. Tulisan ini dititikberatkan pada penggunaan bahasa Jawa dalam salah satu
upacara penyerta pernikahan adat Jawa (adat Solo-Jawa),yaitu upacara tumuruning
kembarmayang. Pada setiap ucapan, tindakan, dan perlengkapan yang digunakan dalam
upacara tersebut menggambarkan kearifan budaya Jawa dengan berbagai simbol. Simbolsimbol
yang terdapat pada upacara tersebut menyiratkan pesan bahwa pernikahan
merupakan pertemuan antara dua jiwa manusia untuk bersatu dan membangun keluarga.
Selain itu terdapat harapan agar dalam mengarungi kehidupan rumah tangga selalu
mendapatkan kebahagiaan, kelanggengan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa