Bahasa adalah alat komunikasi yang sangat penting di dalam konteks sosial
kemasyarakatan. Dalam era globalisasi ini, bahasa mulai banyak mengalami perubahan.
Bahasa ibu yang dahulu dipakai sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari saat
ini mulai bergeser. Pemakaian bahasa kedua,seperti bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
banyak mempengaruhi pemertahanan bahasa ibu. Hal ini terjadi pada bahasa Jawa, yang
sebagian besar penuturnya berada di pulau Jawa. Banyaknya pendatang dan pengaruh dari
budaya lain menyebabkan bahasa Jawa perlahan mulai ditinggalkan penuturnya. Jaranan
adalah salah satu kesenian yang berasal dari Jawa yang sangat populer di jaman Majapahit
hingga perang kemerdekaan. Jaranan digunakan oleh para wali untuk mendakwahkan ajaran
agama Islam. Jaranan mengandung nilai-nilai filosofis masyarakat Jawa sebagai penutur
asli. Istilah-istilah dalam kesenian Jaranan baik dari segi cerita, alat musik, lagu, dan
peralatan lainnya mengandung nilai-nilai tersendiri. Melalui kesenian inilah bahasa Jawa
bisa dilestarikan. Dengan melihat fenomena tersebut, kesenian Jaranan dapat digunakan
sebagai bentuk pemertahanan Bahasa Jawa. Dalam makalah ini akan disajikan berbagai
istilah, lagu, peralatan dan cerita Jaranan sebagai wujud pemertahanan bahasa Jawa.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi
dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini akan berupa deskripsi
tentang bentuk-bentuk pemertahanan bahasa Jawa yang tercermin dalam kesenian Jaranan