Permasalahan yang dialami oleh peternak sapi perah secara nasional
adalah tingginya angka kuman. Hal ini paling jelas terlihat di Jawa Tengah
dengan maraknya penolakan setoran susu segar di Industri Pengolahan Susu dan
berbagai keracunan susu yang sering terjadi. Hal yang paling memprihatinkan
adalah “image” Jawa Tengah sebagai penghasil susu dengan kualitas rendah.
Program pemerintah mulai dari pembuatan sarana pendingin, hingga program
sanitasi kandang, telah dilaksanakan namun belum optimal hasilnya. Oleh karena
itu, perlu strategi yang tepat dan cepat guna menurunkan angka kuman, yaitu
melalui teknologi tepat guna yang mudah dilaksanakan dan aman bagi kesehatan.
Metode Lactoperoxidase-Sepharose-Membrane adalah metode yang memenuhi
kriteria tersebut. Prinsip pembuatan membran tersebut adalah menempatkan
sepharose yang telah diaktivasi dengan enzim laktoperoksidase diantara dua
lapisan membran nylon. Nantinya membran tersebut digunakan untuk menyaring
susu segar. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan meliputi penentuan berapa gram
sepharose yang optimal digunakan untuk setiap liter susu segar, penentuan berapa
unit laktoperoksidase yang akan digunakan untuk setiap liter susu, dan prinsip
pemeliharaan membran dalam suhu kamar. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk
para peternak sapi perah dan KUD didalam upaya untuk menekan angka kuman.
Metode pembuatan membran yaitu dengan menempatkan 1 g sepharose diantara 2
membran yang terbuat dari kain nylon. Membran tersebut dibuat dalam bentuk
lingkaran dengan diameter 8,5 cm dan pada tepinya, diklem dengan plastik jenis
polyethilene. Membran ini kemudian digunakan untuk menyaring susu segar.
Hasil yang paling optimal untuk menyaring 1 L susu segar adalah dengan
menggunakan 1 g sepharose yang telah diaktivasi dengan laktoperoksidase
sebanyak 80 Unit. Membran ini dapat disimpan dan diaktifkan di dalam whey
pada suhu kamar. Hasilnya, susu segar yang telah disaring melalui membran ini
dapat ditekan angka kumannya sebanyak 1 log CFU/ml pada jam keenam
penyimpanan. Susu dengan perlakuan membran ini dapat diperpanjang masa
simpannya dari 6 jam menjadi 8 jam pada suhu kamar dengan angka kuman yang
kurang dari 1 juta CFU/ml.
Kegiatan ini mempunyai target (1) Prosedur pembuatan membran, aplikasi
membran untuk menyaring susu segar, dan pemeliharaan membran, dan (2)
Publikasi di jurnal internasional. Luaran atas kegiatan ini adalah (1) ditemukanya
prosedur yang tepat untuk pembuatan membran, penggunaannya, dan
pemeliharaannya, dan (2) Publikasi di jurnal internasional yang bernama Journal
of Food Protection. Prosedur ini akan didaftarkan patent nya pada kegiatan
lanjutan.
Oleh karena seluruh target terpenuhi, maka kegiatan ini dapat dinilai
berhasil. Mengingat kegiatan ini adalah kegiatan terapan yang akan menghasilkan
teknologi tepat guna, maka besar harapannya untuk dapat dilanjutkan dengan
kegiatan aplikasi teknologi ini di peternak sapi perah dan KUD