Sebagai bagian dari bahasa menulis tak terpisahkan dari aspek menyimak, berbicara, dan
membaca. Satu sama lain terkait. Menulis sebagai aktifitas sosial dalam tindak komunikasi
yang mengemban misi untuk membagi hasil observasi, informasi, pikiran, dan ide (gagasan)
untuk dipersembahkan kepada orang lain. Menulis bukan produk melainkan proses, untuk
itu perlu dilatih. Dibutuhkan sarana dan prasarana untuk dapat terampil menulis. Salah
satu sarana adalah guru yang dapat memahami psicolinguistik. Dengan kemampuan
psicolinguistik, guru dapat membangun keterampilan menulis yang akan bermuara pada
kecerdasan linguistik. Kecerdasan linguistik dapat kita asah melalui menulis. Semakin
sering kita menulis kecerdasan berpikir akan berkembang pesat