research

WACANA MOB PAPUA: KAJIAN EKOLINGUISTIK DIALEKTIKAL

Abstract

Papua memiliki ±263 bahasa lokal dan sebagai lingua franca antar penutur bahasa yang berbeda tersebut adalah bahasa Melayu Papua (BMP). BMP umumnya digunakan dalam situasi informal, salah satunya sebagai sarana dalam menyampaikan mob. Mob adalah wacana humor khas Papua yang merefleksikan cara pandang komunitasnya tentang pelbagai hal. Tulisan ini bertujuan untuk menginvestigasi seperti apa mob merepresentasikan manusia Papua dengan lingkungannya menggunakan pendekatan Ekolinguistik Dialektikal. Makalah ini menggunakan Model Kontradiksi Inti sebagai kerangka teoritis. Model ini berfokus pada analisis sembilan kontradiksi inti praksis sosial (yaitu: ras, usia, jenis kelamin, strata sosial, otoritas, ideologi, kota-desa, privat-publik, dan budaya-alam) yang terdapat di dalam mob beserta aspek tiga dimensinya, yaitu dimensi ideologos, sosiologos dan biologos

    Similar works