Fenomena abrasi tengah dialami oleh kawasan pesisir utara Pulau Jawa. Peningkatan
kekuatan arus gelombang laut, kondisi pantai tanpa penghalang menjadikan abrasi mudah untuk
merusak kawasan tersebut. Kawasan Pantai Sigandu merupakan salah satu pesisir di Kabupaten
Batang yang mengalami kerusakan parah. Pesisir yang dijadikan sebagai kawasan strategis
wisata Kabupaten Batang tersebut semakin terancam seiring besarnya abrasi yang merusak
beberapa fasilitas di dalamnya. Keberadaan pengunjung semakin berkurang akibat kerusakan
yang terjadi, sehingga berpengaruh pada penurunan pendapatan masyarakat yang membuka
usaha di kawasan tersebut. Berdasarkan penjelasan tersebut, pertanyaan penelitian yang diangat
dalam penelitian ini adalah “Apa bentuk-bentuk adaptasi lingkungan yang dilakukan di kawasan
Pantai Sigandu dalam menghadapi abrasi dan bagaimana cara meningkatkannya?” Adapun
tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk–bentuk adaptasi
lingkungan terhadap bencana abrasi yang terjadi di kawasan Pantai Sigandu Batang dan
mengetahui cara meningkatkannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka terdapat beberapa
sasaran yang perlu dilakukan yaitu menganalisis kawasan terdampak bencana abrasi,
menganalisis perubahan kondisi masyarakat, menganalisis perubahan kondisi infrastruktur dan
lingkungan, menganalisis bentuk-bentuk adaptasi yang dilakukan, serta merumuskan kesimpulan
dan rekomendasi peningkatan adaptasi