Makalah ini mendeskripsikan pola pikir penutur bahasa Jawa dialek Semarang melalui
konseptualisasi ungkapan metaforis dalam rubrik “Rame Kondhe” dan proses kognitif
penuturnya. Penelitian ini merupakan salah satu upaya pemertahanan bahasa Jawa dialek
Semarang melalui penginventarisasian ungkapan metafora bahasa Jawa dialek Semarang.
Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang mengandung ungkapan metafora dalam rubrik
“Rame Kondhe” harian Suara Merdeka. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi
dengan teknik pencatatan. Data yang telah terkumpul kemudian dikelompokkan dan dianalisis
menggunakan metode referensial. Bedasarkan hasil analisis ditemukan bahwa ranah target dan
ranah sumber ungkapan metafora dikonseptualisasi berdasarkan persamaan ciri, perilaku,
fungsi, dan kekuatan. Konseptualisasi ini berkaitan dengan pengalaman, budaya, dan
penerimaan inderawi penutur