PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
JANUARI 2009
ABSTRAK
Tinggal di panti merupakan salah satu stressor dalam kehidupan lansia sehingga menimbulkan kecemasan. Keluarga sebagai orang terdekat dengan lansia ikut memiliki peran dalam meningkatkan kesejahteraan lanjut usia dan membantu lansia mengatasi kecemasannya. Aplikasi peran keluarga adalah dengan memberikan dukungan informasi, emosional, instrumental dan penilaian.
Metode : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada usia lanjut yang tinggal di panti sosial. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan 20 orang responden yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Korelasi kedua variabel diuji menggunakan uji Pearson dan ditampilkan dalam tabel.
Hasil : Sebagian besar responden memperoleh dukungan informasi yang baik dari keluarga (60 %), hampir separuh memperoleh dukungan emosional yang baik dari keluarga (45 %), sebagian besar memperoleh dukungan instrumental yang baik dari keluarga (65 %) dan sebagian besar memperoleh dukungan penilaian yang baik dari keluarganya (55 %). Responden yang mengalami kecemasan ringan dan tinggi masing-masing sebanyak 35 %. Dukungan keluarga memiliki hubungan dengan tingkat kecemasan responden. Dukungan informasi memiliki korelasi cukup (r = -0,490), dukungan emosional memiliki korelasi kuat (r = -0,649), dukungan instrumental memiliki korelasi cukup (r = -0,483) dan dukungan penilaian memiliki korelasi kuat (r = -0,528).
Kesimpulan : Tinggal di panti merupakan stressor bagi lansia sehingga menimbulkan kecemasan. Adanya dukungan dari keluarga membantu menurunkan kecemasan sehingga disarankan untuk keluarga agar tetap memberikan dukungan saat lansia berada di panti.
Kata kunci : Dukungan keluarga, Kecemasan, Usia lanjut
Pustaka : 25 (1993 – 2008