Pengaruh pembiayaan yang disalurkan dan pembiayaan bermasalah terhadap bagi hasil simpanan Mudharabah : studi kasus BMT Harapan Ummat Kudus Januari 2011 - Agustus 2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiayaan yang disalurkan dan pembiayaan bermasalah baik secara parsial maupun simultan terhadap bagi hasil simpanan mudharabah Studi Kasus BMT Harapan Ummat Kudus Januari 2011-Agustus 2013.
Dalam kegiatan operasionalnya, BMT dihadapkan pada dua persoalan, yaitu harus menjaga penarikan dana dari sumber dana yang dititipkan seperti tabungan dan lainnya. Sementara di sisi lain bank harus menjaga penarikan permintaan dana seperti pembiayaan yang diberikan. Maka sebuah lembaga keuangan harus cakap dalam mengelola kinerja keuangan. Pembiayaan bermasalah memiliki potensi merugikan pihak BMT. Salah satu kerugian yang mungkin adalah perhitungan bagi hasil simpanan anggota BMT dengan akad mudharabah. Metode yang digunakan dalam peneltian ini, menggunakan regresi berganda.
Hasil penelitian secara parsial menunjukkan pembiayaan yang disalurkan tidak berpengaruh terhadap bagi hasil simpanan mudharabah dengan t hitung 0,945 dan tingkat signifikansi 0,353 > 0,05. Pembiayaan bermasalah berpengaruh terhadap bagi hasil simpanan mudharabah dengan t hitung -3,398 dan tingkat signifikansi 0,002 < 0,05. Namun secara simultan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen dengan nilai Fhitung sebesar 41,344 pada taraf signifikansi 0,000. Dan sumbangan efektif (kontribusi) kedua variabel independen terhadap variasi (perubahan) bagi hasil simpanan mudharabah sebesar 72,2%.
Diharapkan BMT Harapan Ummat Kudus dapat lebih menjaga lagi penyaluran pembiayaannya dan juga dengan melakukan analisis pembiayaan, pengawasan, dan pembinaan terhadap nasabah baik saat dana telah dicairkan maupun dana sedang dikelola oleh nasabah. Sehingga jumlah pembiayaan bermasalah BMT Harapan Ummat Kudus dapat terus ditekan sehingga dapat lebih rendah