Studi korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas IX SMP N 04 Boja semester gasal tahun pelajaran 2013/2014
Skripsi ini membahas tentang korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas IX SMP N 04 Boja semester gasal tahun pelajaran 2013/2014. Studi dalam penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan: (1) bagaimana Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMP N 04 Boja Semester Gasal Tahun Ajaran 2013/2014? (2) Bagaimana Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IX SMP N 04 Boja Semester Gasal Tahun Ajaran 2013/2014? (3) Adakah Korelasi antara Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IX SMP N 04 Boja Semester Gasal Tahun Ajaran 2013/2014?
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis product moment, subyek penelitian sebanyak 33 responden, yang berasal dari kelas IX SMP N 04 Boja. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Adapun metode pengumpulan data menggunakan: metode angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang terkumpul dianalisis. Pengujian hipotesis penelitian dengan analisis korelasi product moment. Peneliti membuat angket yang berjumlah 23 item pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMP N 04 Boja Semester Gasal Tahun Ajaran 2013/2014 termasuk dalam kategori “baik” dengan nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 73,55. 2) Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IX SMP N 04 Boja Semester Gasal Tahun Ajaran 2013/2014 termasuk dalam kategori “baik” dengan nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 83,36. 3) terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi bellajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Ditunjukan oleh koofisien korelasi r hitung = 0,729, Pada taraf signifikansi 5 % dengan jumlah responden (N) = 33 diperoleh rt = 0,344, sedang ro = 0,729. Begitu juga pada taraf signifikansi 1 % dengan jumlah responden yang sama (N) = 33 diperoleh rt = 0,442, sedang ro = 0,729, sehingga dengan demikian ro lebih besar dari rt atau dengan kata lain ro > rt. dimana indeks korelasi tersebut bertanda positif dan termasuk dalam kategori kuat/tinggi dan signifikan pada taraf signifikansi 5% maupun 1%. Hal ini berarti hipotesis yang diajukan diterima, yakni ada korelasi yang positif antara variabel X dan variabel Y. Jadi dapat disimpulkan semakin tinggi motivasi belajar siswa, maka semakin baik pula prestasi belajar pendidikan Agama Islam yang dicapai. Sebaliknya semakin rendah motivasi belajar siswa maka semakin rendah pula prestasi belajar pendidikan Agama Islam yang dicapai