research

Pengaruh Intensitas Puasa Senin Kamis terhadap Kecerdasan Spiritual Santri Pondok Pesantren Daarun Najaah Jerakah Tugu Semarang

Abstract

Skripsi ini membahas tentang pengaruh intensitas puasa Senin Kamis terhadap kecerdasan spiritual santri Pondok Pesantren Daarun Najaah Jerakah Tugu Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh yang positif antara intensitas puasa Senin Kamis terhadap kecerdasan spiritual santri Pondok Pesantren Daarun Najaah Jerakah Tugu Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif lapangan. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan 60 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi, wawancara, angket tertutup untuk memperoleh data variabel X yaitu intensitas puasa Senin Kamis dan variabel Y yaitu kecerdasan spiritual santri. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Adapun pengujian hipotesis mengguanakan analisis regresi satu predictor dengan mengguanakan skor deviasi. Pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa: 1. Tingkat intensitas puasa Senin Kamis santri pondok Pesantren Daarun Najaah Jerakah Tugu Semarang dalam kategori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis yang menunjukkan nilai mean 31,95 yaitu terdapat antara interval 29 – 34. 2. Tingkat kecerdasan spiritual santri Pondok Pesantren Daarun Najaah Jrakah Tugu Semarang dalam kategori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis yang menunjukkan nilai mean 30,45 yaitu terdapat antara interval 28 - 32. 3. Adanya pengaruh yang positif antara intensitas puasa Senin Kamis terhadap kecerdasan spiritual santri Pondok pesantren daarun Najaah Jrakah Tugu Semarang. Hal ini dapat dibuktikan dengan persamaan regresi Ŷ = 14,954 + 0,485 X dan hasil varian garis regresi = 18,908 > = (0,05 ; 1,58) = 4, 00 berarti signifikan, dan = 18,908 > = (0,01 ; 1,58) = 7, 08 berarti signifikan. Dengan demikian hasilnya dinyatakan signifikan dan hipotesis yang diajukan diterima. Sedangkan porporsi varian Y yang diterangkan oleh X adalah 24,6 %, untuk 75,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Dengan melihat hasil pengujian hipotesis variabel di atas, diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan rujukan bagi semua pihak. Baik bagi santri dan pengasuh untuk bersama-sama mewujudkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektualnya saja tapi juga diimbangi dengan kecerdasan spiritual yang tinggi. Sehingga terbentuklah generasi yang berbudi luhur dan berakhlak mulia

    Similar works