Desentralisasi pendidikan kejuruan dihadapkan pada permasalahan isu-isu strategis relevansi, efektifitas, efisiensi, persaingan global, kearifan lokal,
industri berbasis pengetahuan, industri kreatif, kapasitas kelembagaan pemerintah daerah, kapasitas sumberdaya, kapasitas kemitraan, pendidikan karakter, soft skill, link and match. Sebagai pendidikan yang berbasis dunia kerja, desentralisasi pendidikan kejuruan seharusnya semakin menguatkan fungsi pendidikan kejuruan dalam memberi solusi atas permasalahanpermasalahan pemerintah daerah kabupaten/kota. Bagi pemerintah daerah kabupaten/kota
pendidikan kejuruan yang bermutu dan relevan dengan
kebutuhan stakeholders, dapat mengatasi permasalahan-permasalahan: (1)peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM); (2) pengentasan pengangguran bagi pemuda; (3)penyediaan lapangan pekerjaan bagi warganegaranya; (4) pengurangan beban bagi sistem pendidikan akademik;
(5) penarikan investasi luar negeri; (6) penjaminan peningkatan penghasilan dan pekerjaan; (7) pengurangan kesenjangan penghasilan antara kelompok kaya dan kaum miskin; (8) wahana pengembangan karya-karya teknologi
bermutu; (9) konservasi budaya dan tradisi. Untuk mewujudkan fungsi pendidikan kejuruan tersebut diatas pemerintah daerah perlu menguatkan kerjasama dan fungsi pembinaan secara maksimal.
Kata kunci: Isu strategis, pendidikan kejuruan, desentralisasi